Travel Umrah DAKWAH WISATA Tour Indonesia Travel Haji Khusus Plus Jakarta: Info Harga, Biaya, Paket Group, VIP, Jadwal, Ramadhan dan Promo Hemat!

Latest News

Travel Umrah Terpercaya Biaya Murah | DAKWAH WISATA

header travel umroh dakwah wisata
Melayani Sepenuh Hati, Bersama Meraih Ridho Ilahi
travel umroh dakwah wisata
~ Mengapa pilih Travel Dakwah Wisata? Kami melayani Umrah dan Haji Khusus (ONH Plus) dan merupakan Travel Resmi yang Terdaftar di Kemenag RI, Berkantor di Gedung sendiri, Anggota Resmi IATA, ASITA dan AMPHURI. Segeralah bergabung dengan kami menuju Tanah Suci untuk menggapai Ridhlo Illahi. ~

Travel Dakwah Wisata Umroh dan Haji

Sekapur Sirih: "Kedudukan Ibadah Haji dan Umrah".

Ibadah Haji adalah salah satu dari lima Rukun Islam. Ia wajib dilakukan sekali seumur hidup, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

bismillah haji umroh

wajib haji ali imran

[3:97] Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
Dan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wa Salam berikut ini yang berbunyi,

islam dibangun atas lima perkara

“Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Al Khatthab radiallahu’anhuma ia mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, berhaji ke Mekkah dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Ibadah Haji diwajibkan dengan Lima Syarat:
  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Merdeka
  5. Mampu
Syarat ke 5 (lima) yaitu Mampu artinya meliputi kemampuan Materi dan Fisik. Barangsiapa tidak mampu dengan hartanya untuk memenuhi biaya perjalanan, nafkah haji dan sejenisnya, maka ia tidak berkewajiban haji. Adapun orang yang mampu secara Materi, tetapi tidak mampu secara Fisik dan jauh harapan sembuhnya - seperti orang yang sakit menahun, orang yang cacat, atau tua renta - maka ia harus diwakilkan hajinya kepada orang lain. Dan disyaratkan orang yang mewakilinya sudah pergi haji.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

bismillah haji dan umroh


al baqarah ayat 197

"(Musim) Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan......."
Rafats adalah bersetubuh atau perbuatan dan perkataan yang mengarah kepadanya. Berbuat fasik, artinya berbuat maksiat. Sedangkan yang dimaksud berbantah-bantahan adalah berbantah-bantahan secara batil, atau berbantah-bantahan yang tidak ada manfaatnya, atau yang bahayanya lebih besar dari manfaaatnya.

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Salam bersabda,

"Barangsiapa menunaikan Haji, sedang ia tidak melakukan rafats dan perbuatan fasik, maka ia pulang (haji) sebagaimana hari ketika ia dilahirkan ibunya" (Muttafaq Alaih).

Dan Sabdanya yang lain:

"Umrah ke umrah lainnya adalah Kaffarah (penghapus dosa) antara keduanya, dan Haji Mabrur tiada lain balasannya selain surga" (Muttafaq Alaih).
Oleh karena itu, wahai para Calon jamaah Haji dan Umrah, waspadalah dari terperosok ke dalam maksiat, baik yang besar maupun yang kecil. Seperti, mengakhirkan shalat dari waktunya, ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), mencaci, menghina dan lain sebagainya.

Jika seorang Muslim melakukan Ihram Haji atau Umrah,maka haram atasnya sebelas perkara sampai ia keluar dari ihramnya (tahallul):
  1. Mencabut Rambut.
  2. Menggunting Kuku.
  3. Memakai Wangi-wangian.
  4. Membunuh binatang buruan.
  5. Mengenakan pakaian berjahit (bagi laki-laki dan tidak mengapa bagi wanita). Pakaian berjahit adalah pakaian yang membentuk badan, seperti: Baju, kaos, celana pendek, gamis, celana panjang, kaos tangan, dan kaos kaki. Adapun sesuatu yang ada jahitannya, tetapi tidak membentuk badan, maka yang demikian boleh. Seperti: Sabuk, tas, jam tangan, sepatu dan lainnya.
  6. Menutup kepala atau wajah dengan sesuatu yang menempel (bagi laki-laki), seperti: Peci, penutup kepala, surban, topi dan yang sejenisnya. Tetapi diperbolehkan berteduh di bawah payung, di dalam kemah, dan kendaraan. Juga dibolehkan membawa barang di atas kepala, jika tidak dimaksudkan untuk menutupinya.
  7. Memakai tutup muka dan kaos tangan (bagi wanita). Tetapi jika di depan laki-laki asing (bukan mahram), maka ia wajib menutupi wajah dan kedua tangannya, namun dengan selain tutup muka (cadar), misalnya, dengan menurunkan kerudung ke wajah dan memasukkan tangan ke dalam baju kurung.
  8. Melangsungkan pernikahan.
  9. Bersetubuh.
  10. Bercumbu (bermesraan) dengan syahwat.
  11. Mengeluarkan air mani karena bercumbu.
Jika melakukan larangan-larangan ihram, maka pelaku berada dalam 3 (tiga) kemungkinan kondisi berikut ini:
  1. Ia melakukannya tanpa uzur (alasan), maka ia berdosa dan wajib membayar Fidyah (tebusan).
  2. Ia melakukannya untuk suatu keperluan, seperti memotong rambut karena sakit. Perbuatannya tersebut diperbolehkan, tetapi ia wajib membayar Fidyah.
  3. Ia melakukannya dalam keadaan tidak sadar, tidur, lupa, tidak tahu atau dipaksa. Dalam keadaan seperti itu, ia tidak berdosa dan tidak wajib membayar fidyah.
Jika larangan ihram yang dilanggar itu berupa mencabut rambut, menggunting kuku, memakai wangi-wangian, bercumbu karena syahwat, laki-laki mengenakan kain yang berjahit atau menutupi kepalanya, atau wanita memakai cadar atau kaos tangan, maka fidyahnya antara tiga hal. Orang yang melakukan pelanggaran itu boleh memilih salah satunya:
  • Menyembelih Kambing (untuk dibagikan kepada orang-orang fakir miskin, dan ia tidak boleh memakan sedikit pun).
  • Memberi makan enam orang miskin, masing-masing setengah sha' makanan (kurang lebih 1,25 kg).
  • Berpuasa selama 3 (tiga) hari.

Tata Cara Pelaksanaan Umrah

Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada (khusus bagi laki-laki), dan memakai pakaian Ihram.

Pakaian Ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihram yang befungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyaratkan yang menutupi seluruh tubuhnya, namun tidak dibenarkan memakai cadar / niqab (penutup wajahnya) dan tidak boleh memakai sarung tangan.

contoh pakaian ihram laki dan wanita


Berihram dari Miqat untuk Umrah dengan mengucapkan:
doa niat umroh
"Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah Umrah"

Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan:
niat umroh khawatir sakit
"Ya Allah, tempat Tahallul di mana saja Engkau Menahanku"
Dengan mengucapkan doa di atas, maka jika Jamaah Umrah ada halangan dalam menyempurnakan Haji atau Umrah-nya maka dia dapat langsung melakukan Tahallul dan tidak ada kewajiban baginya untuk membayar Dam.

Selanjutnya, setelah mengucapkan niyat maka ucapkanlah "Talbiah Umrah" sebanyak-banyaknya sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi wanita hingga saatnya tiba di Mekkah Al-Mukarromah.

labbaika allahumma labbaik talbiyah
"Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan, dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu".
Sebelum ke Mekkah jika segalanya memungkinkan, calon jamaah dianjurkan untuk mandi. Namun jika tidak memungkinkan maka tidak apa-apa. Kemudian sampai Masjidil Haram, dan masuklah ke Masjid dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca do'a masuk Masjid.

doa masuk masjidil haram


doa masuk masjidil haram

"Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu"
Demikianlah Sedikit Bekal untuk melaksanakan Haji dan Umroh, untuk selengkapnya bagaimana Tata Cara Thawaf, Sa'i dan Tahalul akan dibahas di artikel selanjutnya.
Powered by Blogger.
Fast Response:
0812-9126-7652
WhatsApp: 0896-5002-4950
BBM: 594946E6
Hubungi Saya Segera
UNTUK PAKET UMROH/HAJI INI