Paket Haji Khusus / ONH Plus Langsung Berangkat Tanpa Antri - Visa Non Kuota Keluarga Kerajaan.

Latest News
daftar haji plus langsung berangkat tanpa antri
Melayani Sepenuh Hati, Bersama Meraih Ridho Ilahi
haji non kuota furoda
~ Paket Haji Khusus ONH Plus Visa Keluarga Kerajaan Langsung Berangkat Tanpa Antri. Aman karena semua proses selalu dalam pengawasan dan koordinasi dari kerajaan. DP dibayarkan ketika MOFA confirmed dan pelunasan ketika Visa disetujui. Segera Daftar. ~

Paket Haji Plus Khusus Non Kuota Visa Keluarga Kerajaan Langsung Berangkat Tanpa Antri


Paket Haji Berangkat Tanpa Antri Visa Keluarga Kerajaan.

Kami Menawarkan Program Haji Langsung Berangkat Tanpa Antri, dengan Paket Haji sebagai berikut:

  • Berangkat 25 Agustus 2017.
  • Biaya 14500 USD (Empat Belas Ribu Lima Ratus US Dollar).
  • DP (Down Payment) sebesar 4000 USD (Empat Ribu US Dollar).
  • Fasilitas Akomodasi VVIP / VIP – Hotel Bintang 5.
  • Lokasi Maktab AC di Depan.
  • Durasi 27 Hari.
  • Pesawat Emirates.
  • Visa Aman Karena sudah Mendapat Kuota / Jatah dan bisa di check di System Barcode Visa Haji. Kami mendapat Jatah Kuota tahunn 2017 sebanyak 80 Pax.
  • DP aman karena Uang di Simpan dan di Kunci dalam Rekening Bank Mandiri Prioritas. Dikeluarkan dengan 2 (dua) tandatangan (Calon Jamaah Haji dan Perusahaan Travel).
  • Pelunasan dilakukan pada saat Visa Disetujui.
  • Menggunakan Visa Resmi Haji (Jatah Keluarga Kerajaan) bukan Visa Amil / Ziyarah.
  • Manasik Haji 3 kali.
  • Semua Proses / Perjalanan / Ritual Haji berada dalam pengawasan Keluarga Kerajaan.
  • Penjamin: Keluarga Kerajaan.
  • Mofa di proses secepat-cepatnya 2 hari.
  • Legal secara Syariah dan Administratif.
  • Persyaratan: Passport dan Kartu Meningitis.
haji visa keluarga kerajaan

Apa Itu Visa Haji Non Kuota Jatah Keluarga Kerajaan?

Di Indonesia, penyelenggaraan Ibadah Haji dikelola oleh Kementrian Agama Republik Indonesia. Jenis Haji yang dikelola oleh Kementrian ini adalah Haji Kuota DEPAG meliputi Haji Reguler dan Haji Khusus (Plus). Seiring waktu berjalan, yang mendaftar haji semakin lama semakin bertambah banyak. Hal ini berakibat jadwal keberangkatan Jamaah Haji (antrian) menjadi semakin panjang (lama). Pada saat tulisan ini di buat, antrian Haji Khusus kurang lebih 8 Tahun. Dan Haji Reguler tiap daerah berbeda-beda, dan sudah masuk ke antrian belasan tahun.

Selain karena pendaftar haji yang membludak dengan alasan antrian menjadi panjang juga dikarenakan sedang dilakukannya renovasi / perombakan Masjid di Tanah Suci (Masjidil Harom dan Masid Nabawi) dan pula beberapa kegiatan renovasi dan pembuatan hotel-hotel baru.

Tentu saja, hal ini menjadi pemikiran / kekhawatiran yang sangat serius dari tiap calon Jamaah Haji. Karena apa? Antrian sampai belasan tahun itu adalah sebuah massa tunggu yang begitu lama. Banyak juga Calon Jamaah Haji yang pada saat mendaftar, sudah lumayan “berumur”, sehingga seringkali secara psikologis merasa waswas terpengaruh apakah umurnya akan sampai kepada saat keberangkatan atau tidak.

Namun itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh kita semua. Sebagian besar Calon Jamaah Haji dalam masa antrian ini melakukan Ritual Ibadah Umroh untuk melepaskan Rindu ke Baitullah dan juga sebagai latihan / pengenalan daerah sebelum melakukan Haji sebenarnya. Tentu saja merupakan Impian bagi Semua Muslim, jika dapat menginjakkan kaki di tanah suci mekkah untuk menjalani ibadah haji, karena memang Ibadah Haji itu adalah memang hukumnya Wajib.

Itulah mengapa Antrian Haji sudah begitu panjang, karena antara Kuota Haji yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi dibandingkan dengan yang Mendaftar sudah tidak berimbang lagi. Oleh sebab itu, ada alternatif lain agar Calon Jamaah Haji tidak melakukan Antri Haji ataupun bahkan bisa langsung berangkat tahun itu juga, yaitu dengan Menggunakan Visa Haji Non Kuota.

visa haji furoda non kuota

Visa Haji Keluarga Kerajaan – Keamanan dan Keuntungan lainnya.


Haji dengan menggunakan Visa Haji Keluarga Kerajaan termasuk kepada Haji Non Kuota. Mengapa disebut non kuota? Karena visa ini tidak berada dalam jatah kuota Depag RI. Visa Non Kuota ini (Furoda) adalah visa yang dikeluarkan setiap tahunnya oleh Kerajaan Saudi. Dan setiap tahunnya berbeda-beda jumlahnya. Visa Haji Non Kuota ini sangat diminati oleh Masyarakat Indonesia, karena menawarkan haji yang langsung berangkat di tahun yang bersangkutan atau paling lama menunggu hanya 1 (satu) tahun.

Oleh karena antrian yang begitu singkat, maka Visa Haji Non Kuota Keluarga Kerajaan ini menjadi rebutan bagi semua calon jamaah haji dan mempunyai demand (peminatan) yang tinggi. Perlu diingat bahwa dalam hukum ekonomi, semakin tinggi permintaan konsumen terhadap suatu barang / jasa, maka akan semakin Mahal harga itu di patok. Hal ini juga berlaku untuk Haji Khusus Non Kuota Keluarga Kerajaan, bahkan disamping demand yang tinggi, fasilitas visa ini juga tergolong kepada fasilitas akomodasi yang sangat mewah.

Fasilitas Visa Haji Keluarga Kerajaan termasuk ke dalam kategori VVIP atau minimal adalah VIP. Ini sudah menjadi standar baku, karena memang ini semua dalam pengawasan dari keluarga kerajaan. Ini semua berdampak kepada Harga / Biaya Haji Khusus ini menjadi sangat Mahal.
haji plus tanpa antri

Mengenal Visa Haji Undangan Kerajaan (Furoda).

Sebelumnya kita sudah membahas tentang Visa Haji Khusus Keluarga Kerajaan. Nah sekarang ada lagi Visa Undangan Kerajaan. Ke-dua-duanya adalah sama-sama Non Kuota. Lalu Apa perbedaannya? Kami mengutip pernyataan dari  Konsul Jenderal RI di Jeddah yang dilansir Republika, Dharmakirti Syailendra, beliau menuturkan bahwa undangan raja tidak masuk dalam haji kuota. Artinya, bisa disamakan dengan haji non kuota yang diselenggarakan pihak-pihak tertentu.

Namun ada perbedaan yang sangat mencolok. Haji atas undangan raja, terjamin segala sesuatunya, termasuk tidak dipungut biaya sama sekali. Kelasnya VVIP, VIP, dan non VIP. Sebab visa undangan raja hanya diberikan kepada orang-orang yang diundang. Suratnya pun spesifik dengan nama jelas. Biasanya penerima undangan raja ini orang yang dianggap memiliki hubungan baik, memperkuat hubungan kedua negara.

Umumnya, keberangkatan mereka dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di mana keberangkatan sampai kepulangan mereka terjamin. Undangan raja ini, kata dia dibagi lagi dalam beberapa kategori. Hal ini bisa dilihat dari operator yang mengundang. Ada tiga instansi yang bisa mengundang atas nama raja, yakni Rabithah Alam Islami yang biasanya mengundang para alim ulama atau organisasi massa Islam, Kedutaan Besar Arab Saudi di luar negeri, dan protokol Istana.

"Kelas layanannya juga beda-beda. Kalau undangan raja yang dikoordinasikan royal protokol biasanya dapatnya VVIP, di bawah itu VIP, ada juga kelas di bawahnya lagi tapi tetap dikoordinasi dan dijamin. Airportnya diurusi, tiket dibayari, nama jelas dan dokumen tidak kosong," kata dia. Bahkan di Arafah pun mereka menempati maktab khusus.

Hati-hati dengan Visa Haji Non Kuota yang Ilegal.

Saat ini banyak travel – travel yang menawarkan Visa Haji Non Kuota. Mereka banyak yang menawarkan Visa Haji Resmi (LEGAL) ada juga yang menawarkan “Bukan Visa Haji”. Travel yang menawarkan Visa yang Bukan peruntukan Haji, sebenarnya sudah melakukan hal yang Ilegal (melanggar hukum). Baik Secara Administratif ataupun secara Syariah.

Visa Tidak Resmi yang sering digunakan adalah Visa Amil / Umal dan Visa Ziyarah. Visa Amil sendiri adalah visa untuk bekerja pada musim haji, namun sering digunakan untuk melakukan Ibadah Haji. Begitupun yang Visa ziyarah.

Karena peruntukannya bukan untuk Haji, maka di setiap prosesi nya hati jamaah tidak tenang, juga travel penyelenggaranya. Karena mereka sewaktu-waktu jika ada pemeriksaaan dari Fihak Keamanan setempat, bisa langsung di tangkap dan dideportasi. Sementara jemaah-jemaah tersebut sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Minimal 80 Juta sampai 120 Juta Rupiah.

Jika beruntung, calon haji dengan visa ini memang bisa masuk, namun mereka tidak akan mendapatkan layanan transportasi dan maktab di Arafah Mina dan merekapun tidak memiliki pondokan yang jelas di Mekkah, pelayanan yang layak pun tidak ada sehingga berpotensi terlantar saat di tanah suci.

Banyak yang mengaku bahwa jamaah haji yang terlantar tersebut menggunakan visa undangan raja, namun itu sangat diragukan karena Visa Undangan Raja sudah jelas Itinerary dan akomodasinya dan sudah dikoordinasikan dengan baik. Kemungkinan besar mereka menggunakan Visa Bebas, Umroh ataupun Visa Umal (Pekerja).

Modus lain adalah dengan menggunakan visa umrah. Mereka biasanya masuk beberapa bulan sebelum musim haji dan bertahan hingga musim haji tiba. Itu banyak sekali, bahkan tahun lalu ada yang bertahan 3-4 tahun pakai visa umrah. Mereka masuk bulan Juli, setelah haji mereka pulang lewat Tarhe. Artinya, dia dideportasi. Jumlahnya diyakini cukup banyak. Ada yang masuk tahun lalu lewat visa umrah tapi bekerja dulu. Ada yang menggunakan visa transit dengan tujuan negara lain, tapi mampir ke Mekah. Karena itu kami mengimbau kepada segenap masyarakat jika ingin berhaji mengikuti aturan yang berlaku, jangan sampai tertipu oknum yang tidak bertanggung jawab.

Mengenai haji dengan visa yang ilegal ini yang kemudian menghadapi kesulitan di negeri orang, pemerintah tetap memperlakukan mereka selayaknya warga negara yang mengalami masalah di luar negeri. Namun tentunya ini agar dihindari agar tidak merepotkan fihak lain.

Ada juga yang menggunakan kuota Visa haji negara lain. Seperti yang terjadi di tahun belakangan ini, ada sebagian yang menggunakan kuota haji dari negara Filipina. Ini adalah cara yang sangat ilegal karena Jamaah haji di haruskan memiliki Passpor negara lain (Filipina) untuk mendapatkan jatah visa haji-nya.

Selain bermain lewat jalur negara lain, mereka biasanya mengakali dengan menggunakan visa selain visa haji, seperti visa ummal (pekerja), visa tijari (pedagang), atau visa furada (visa haji yang diperoleh melalui undangan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi di luar kuota visa haji). Biasanya, yang menggunakan visa ummal adalah orang-orang yang sudah terbiasa ke Arab Saudi atau kadang juga pembimbing haji.

Mengenal Tiga Jenis Visa Haji Tidak Resmi Non Kuota.

Dikutip dari Republika. Bahwa Kerajaan Arab Saudi setiap tahun selalu mengeluarkan visa haji untuk lembaga atau perorangan yang mereka undang. Biasanya mereka dikenal dengan Furoda. Jamaah haji yang mendapat undangan resmi dari Kerajaan  Arab Saudi  biasanya mendapat tempat khusus dan bahkan difasilitasi oleh pemerintah Arab Saudi mulai dari ticket sampai akomodasi hotel.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Fachir, tahun ini Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan visa haji untuk 1400 undangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Komisioner KPHI (Komisi Pengawas Haji Indonesia) Agus Priyanto mengungkapkan jamaah haji non kuota dari Indonesia selain menggunakan visa undangan, modusnya menggunakan tiga jenis visa di luar visa resmi untuk haji yakni: Visa umal untuk pekerja, visa ziarah dan visa kunjungan warga

"Namun tahun ini  untuk ketiga visa tersebut trendnya berkurang, karena pemerintah Arab saudi mengeluarkan kebijakan yang ketat dan  pemotongan kuota karena adanya pembangunan  perluasan Masjidil Haram," ungkap dia.

Clouds:
  • Haji khusus langsung berangkat tanpa antri.
  • Paket haji plus non kuota 2017.
  • Paket haji khusus 2018 langsung berangkat tanpa antri.
  • Haji langsung berangkat 2017.
  • Daftar haji langsung berangkat 2017.
  • Paket Haji berangkat Visa Haji Resmi.
  • Haji Tanpa Antri Langsung Berangkat.
  • Haji Plus Visa Furoda.
  • Paket program haji Non Kuota 2017 2018.
  • Apa itu Haji visa Furoda, visa Amil, Visa Amil dan Jiyarah.
  • Travel paket biaya haji ONH Plus Non Kuota.
  • Haji Plus Non Kuota Garansi Uang Kembali.
  • Cara Mendapatkan Visa Haji Furoda
  • Harga Visa Haji Furoda
  • Jadwal Keberangkatan Haji Furoda
  • Bedanya Haji Undangan Kerajaan dan Non Kuota.
  • Visa Haji Undangan Kerajaan, Pergi Haji Langsung Berangkat
  • Jatah Visa haji keluarga kerajaan.

0 Response to "Paket Haji Plus Khusus Non Kuota Visa Keluarga Kerajaan Langsung Berangkat Tanpa Antri"

Fast Response:
0812-9126-7652
WhatsApp: 0896-5002-4950
BBM: 594946E6