Paket Umroh dgn pesawat Saudia, Info, Biaya, Harga. Tanggal sdh Fix untuk Februari, Maret dan April 2018. Segera Hubungi kami, seat terbatas.

Latest News
header paket umroh maskapai garuda
Melayani Sepenuh Hati, Bersama Meraih Ridho Ilahi
~ Paket Umroh Pesawat Saudia Air Februari, Maret dan April 2018. Informasi Hotel, Itinerary, Biaya, Informasi Manasik dan Lainnya. ~

Paket Umroh By Saudia Februari, Maret dan April 2018 mulai 21 juta

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

umroh reguler saudia

Persyaratan Umroh 2018:

  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Booking seat bayar HANYA 5 Juta / Jamaah.

Mengapa memilih Umroh Januari 2018 di Dakwah Wisata?

Alasan yang sangat penting untuk memilih Dakwah Wisata sebagai Pelayan Ibadah Umroh Anda adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki Izin Resmi dari Kementrian Agama Republik Indonesia.
  2. Berkantor di Gedung Sendiri.
  3. Sebagai Provider Visa Umroh.
  4. Jadwal Keberangkatan sudah Fix, karena kita booking tiket terlebih dahulu sehingga jadwal keberangkatan menjadi Aman (tidak berubah).
  5. Menggunakan maskapai yang terpercaya. Garuda Indonesia menjadi maskapai yang siap mendukung layanan ibadah Umroh Anda. Langsung Jakarta - Jeddah - Jakarta.

Harga Umroh by Saudia sudah Termasuk:

  1. Tiket Pesawat PP (CGK - JED - CGK).
  2. Visa Umroh
  3. Akomodasi Hotel baik di Madinah dan di Mekkah.
  4. Makan 3 kali sehari dengan Menu Indonesia.
  5. Pembimbing Ibadah / Tour Guide / Muthowif.
  6. Ziarah Madinah / Mekkah dan Citi Tour Jeddah.
  7. Air Zamzam 1 galon (5 liter)

Harga Umroh by Saudia belum Termasuk:

  1. Pembuatan Passport.
  2. Ticket Domestik dari Daerah Ke Jakarta dan Sebaliknya.
  3. Suntik meningitis.
  4. Biaya Perlengkapan dan Handling bandara sebesar Rp 1.2 Juta.
  5. Biaya Visa Progresive sebesar Kurang lebih 2000 Riyal / Rp 7 Juta.
  6. Tax VAT - pajak 5%.
Segera Hubungi Kami.

Amanah dan terpercaya - Dakwah wisata.

CALL 0812-9126-7652
WA 0896-5002-4950

Itinerary Umroh by Saudia Februari, Maret dan April 2018 Umroh 9 hari.

Berikut adalah rencana perjalanan Umroh. Perjalanan dimulai dari Bandar Udara Soekarno-Hatta. Yang sebelumnya kita semua sudah berkumpul di tempat briefing. Kemungkinan tempat briefing tersebut bisa di Lounge, Restaurant ataupun di Lounge Umroh. Berikut adalah detail dari rencana perjalanan umroh.

Itinerary / Rencana Perjalanan Umroh  9 Hari (Itinerary Secara Umum)
Hari ke-1 : Jakarta – Jeddah – Madinah

  • Seluruh Jamaah Dakwah Wisata, tiba dan berkumpul di Terminal Bandara International Soekarno Hatta, 4 Jam sebelum keberangkatan. Setelah siap, Rombongan berangkat menuju Jeddah dengan Pesawat yang sudah ditentukan. Tiba di Jeddah, setelah proses imigrasi selesai, perjalanan dilanjutkan menuju Madinah dengan bus. Perjalanan memakan waktu + 6 jam. Selama diperjalanan, Bus akan berhenti satu kali di Rest Area. Kesempatan ini dapat digunakan oleh Jamaah untuk Shalat, Makan atau ke Toilet. Lanjut perjalanan menuju Madinah, setelah sampai di hotel, check in dan istirahat.
  • Point pertemuan di Bandara Jakarta akan ditentukan pada saat Manasik Umroh. Apakah di Restaurant, Lounge atau di Lounge Umroh.
Hari ke-2 : Madinah
  • Setelah makan malam atau 21.00 Waktu KSA, Ziarah ke Makam Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan kedua sahabatnya Radiallahu Anhum.
  • Memperbanyak Ibadah,  sholat fardhu berjama’ah, berdzikir, berdo'a, shalawat serta ibadah sunnah lainnya di Masjid Nabawi.
  • Karena baru tiba di Madinah Al-Munawaroh. Mohon Jamaah Tetap menjaga kondisi badannya. Perbanyak Istirahat, karena masih banyak Agenda yang harus dilaksanakan pada hari-hari berikutnya. Jangan lupa untuk Makan di Hotel, karena waktu Makan adalah terbatas. Jangan sampai Jamaah kehabisan Makanan. Juga perbanyak minum Air Zamzam. Jika cuaca dingin jangan dikira tubuh tidak memerlukan cairan. Minumlah Air Zamzam secara berkala, agar tubuh tidak dehidrasi.
Hari ke-3 : Madinah
  • Bangun pagi sekitar pukul 03:00, lalu langsung ke Masjid untuk menunaikan shalat Tahajud, berdzikir dan Shalat Shubuh berjamaah. Lalu segera kembali ke Hotel untuk sarapan. Setelah sarapan pagi atau sekitar Pukul 07.00 pagi waktu KSA, dilanjutkan dengan Ziarah Madinah antara lain: Makam Baqi, Masjid Quba, Masjid Jum’ah, Masjid Qiblatain, Masjid Tujuh, Jabal Uhud dan Pasar Kurma.
  • Melaksanakan sholat fardhu berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Nabawi.
  • Jannatul-Baqī‘ (bahasa Arab: جنة البقيع) adalah pemakaman utama yang terletak di Madinah, Arab Saudi, berseberangan dengan Masjid Nabawi di mana Nabi Muhammad dimakamkan. Di pemakaman ini banyak terdapat keluarga serta sahabat Nabi Muhammad yang dikuburkan.
  • Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).
  • Ziarah Madinah ini dilakukan pada pagi hari, dengan target bahwa sampai ke Masjid Nabawi mengejar Shalat Dzuhur berjamaah. Oleh karena itu, para jamaah harus disiplin waktu pada ziarah ini. Karena yang utama dan paling utama pada Rihlah ini adalah Ibadah di Tanah Suci.
Hari ke-4 : Madinah – Makkah
  • Sekitar Pukul 10.00, bersiap-siap untuk berangkat ke Mekkah guna melaksanakan ibadah Umroh, kemudian mampir di Bir Ali untuk ambil miqot. Tiba di Makkah check in hotel untuk meletakkan barang bagasi dan makan malam. Setelah selesai, berkumpul di lobby untuk melaksanakan Umroh (Thawaf, Sai dan Tahallul).
  • Kembali ke hotel untuk istirahat dan atau memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
  • Malam sebelumnya, setelah makan malam. Diadakan Briefing dalam rangka persiapan keberangkatan ke Mekkah. Briefing ini tempatnya di Hotel. Membahas ulang (Refresh) teori mengenai Ibadah Umroh (Thawaf, Sa'i dan Tahalul). Dan membahas hal-hal teknis lainnya terkait barang bawaan, kondisi Mekkah dan lain-lain. 
Hari ke-5 : Makkah
  • Melaksanakan Shalat Fardhu berjamaah dan memperbanyak ibadah sunnah di Masjiidl Haram.
  • Utamakan untuk Shalat Fardhu di Masjid, jangan di Hotel. Pada Hari setelah melakukan Umroh yang Pertama, mayoritas para jamaah mengalami rasa Capek yang luar biasa. Karena ibadah umroh itu adalah ibadah fisik dan sebelumnya melakukan perjalanan darat kurang lebih 5 jam (Madinah - Mekkah) yang juga cukup melelahkan. Oleh karena itu, jamaah sangat disarankan untuk tetap menjaga kondisi badannya agar tetap Fit. Karena masih banyak agenda yang harus dijalankan saat di Kota Suci Mekkah. Kondisi Lelah ini, diharapkan tidak menyurutkan semangat untuk melakukan Umroh yang ke-dua. Sesuai pengalaman kami, umroh kedua itu tidak akan terasa melelahkan (jika dibanding umroh pertama)  
Hari ke-6 : Makkah
  • Bangun pukul 03:00, bersuci dan langsung ke Masjid. Shalat Tahajud, Ibadah sunnah lainnya sampai Shalat shubuh Berjamaah
  • Setelah itu kembali ke Hotel untuk sarapan atau Pukul 07.00 KSA Ziarah ke Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur (Gua Hira) & ambil miqat di Ji’ranah untuk melaksanakan Ibadah Umroh kedua (Tawaf, Sai dan Tahallul).
  • Ibadah Umroh yang ke-dua ini boleh diikuti oleh jamaah, boleh juga tidak ikut. Umroh yang ke-dua ini masih difasilitasi oleh Travel. Bus dan Pembimbingnya. Sekali lagi, dalam city tour di kota Mekkah ini, jamaah harus disiplin dengan waktu yang sudah dijadwalkan oleh travel. Terutama saat mengunjungi Jabal. Dan jamaah disarankan agar dapat menahan diri untuk berbelanja agar waktu yang sudah di cadangkan menjadi efektif. Agar juga dapat shalat Dzuhur berjamaah di Masjidil Haram
Hari ke-7 : Makkah
  • Melaksanakan shalat fardhu berjamaah, dan memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram.
  • Jika ada Jamaah yang ingin melakukan Umroh yang Ke-Tiga. Maka prosesi Umrohnya tidak difasilitasi oleh Travel. Namun Jamaah wajib untuk Melapor. Dan tidak disarankan untuk berangkat sendiri. Harus berkelompok. Alangkah lebih baik jika Tour Leader atau Muthowwif dapat ikut serta. Umroh ke tiga ini, biaya transportasi di bebankan kepada jamaah itu sendiri. Dan pada saat prosesi umrohnya tidak lagi dibimbing oleh Muthowif (kecuali memang dapat dikondisikan).
Hari ke-8 : Makkah – Jeddah – Jakarta

  • Setelah sarapan pagi atau jam 07.00, melaksanakan tawaf wada, kemudian pukul 13.00, Rombongan bersiap-siap untuk berangkat menuju Jeddah untuk City Tour.
  • Tiba di Jeddah, City Tour ke Makam Siti Hawa, Laut Merah dan Masjid Terapung. Setelah itu bersiap- siap untuk berangkat ke Tanah Air.
Hari ke-9 : Jakarta
  • Insya Allah Tiba di Bandara Soekarno – Hatta  dengan selamat. Dengan mengucapkan Alhamdulillah Kita sampai di Tanah Air. Terima kasih telah mempercayakan Travel Dakwah Wisata sebagai agen perjalanan anda. Semoga Ibadah Umroh kita Maqbul. Amin.

Tips Menghadapi Cuaca Dingin Di Tanah Suci


cuaca februari


cuaca april


Dapat dilihat dan disimpulkan dari grafik suhu tersebut, bahwa semakin menuju bulan Ramadhan maka suhu semakin tinggi.

Cuaca di Mekkah dan Madinah sangatlah berbeda dengan cuaca tanah air. Hal inilah yang menyebabkan jamaah haji atau umroh dari Indonesia sering mengalami masalah kesehatan karena perubahan faktor cuaca.

Di tanah suci, suhu dapat sangat panas ketika musim panas dan bisa sangat dingin di musim dingin. Musim dingin biasanya terjadi pada bulan November, Desember, Januari dan Februari. Mulai bulan Februari terjadi peralihan cuaca menuju musim Panas. Maret, April, Mei dan seterusnya cuaca sudah mulai panas. Saat musim panas suhu dapat mencapai 48 derajat. Jadi sangat penting bagi anda yang mau melaksanakan Ibadah Haji maupun umrah untuk mengetahui Tips Menghadapi Cuaca Dingin Makkah Madinah. Musim dingin ini diawali dengan angin yang bertiup kencang disertai badai debu yang pada puncaknya mengakibatkan suhu di kota Mekkah dan Madinah dapat mencapai 2 derajat Celsius.

Oleh karena itu, para jamaah hendaknya mengetahui kondisi cuaca saat berangkat ke tanah suci. Ini diperlukan untuk dapat mengantisipasi apa-apa yang mungkin timbul di tanah suci. Jamaah dapat melakukan persiapan-persiapan baik itu perbekalan, obat-obatan, fisik dan lainnya.

Biasanya penyakit yang muncul akibat perubahan cuaca adalah kulit bersisik yang disertai dengan gatal-gatal, kemudian batuk dan pilek. Ada juga yang lain yaitu gangguan pencernaan dan gangguan otot dan tulang. Sering juga jamaah mengalami mimisan, bibir pecah-pecah dan dehidrasi.

Antisipasi yang sangat tinggi berlaku untuk jamaah dengan kategori Resiko Tinggi. Seperti jamaah penderita Jantung, Diabetes, Asma, Rematik dan lainnya. Dari tanah air, calon jamaah harus melakukan persiapan kesehatan baik itu di Rumah sakit, atau di dinas kesehatan kota setempat. Ini penting untuk mengetahui resiko apa yang mungkin terjadi di tanah suci.

Tips Menghadapi Cuaca Dingin Makkah Madinah:
  1. Persiapan saat di tanah air, sudah mulai dibiasakan memakan makanan yang cukup mengandung nutrisi gizi yang baik dan jangan lupa menjaga kebugaran dengan cara ber-olah raga. Mempersiapkan perlengkapan baju, pakaian hangat, selimut, jaket dan lainnya. Juga obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter di tanah air.
  2. Saat di tanah suci, biasakan untuk minum 1 gelas per satu jam. Walaupun jamaah tidak merasa haus atau kalau ditotal kurang lebih 6 liter sehari. Ini penting agar jamaah tidak terkena dehidrasi.
  3. Selalu Konsumsi makanan sehat seperti daging, hati, sayuran, buah-buahan dan susu.
  4. Istirahatlah yang cukup, karena kemampuan badan setiap orang ada batasnya. Istirahat yang cukup akan membuat badan menjadi bugar. Makan makanan dan minuman yang hangat sangat dianjurkan. Hindari tubuh dari terpaan angin langsung dan selalu menggunakan selimut ketika tidur.
  5. Untuk para jamaah penderita resiko tinggi, point 4 diatas mohon harus sangat  diperhatikan.
  6. Saat musim dingin, jamaah dianjurkan untuk menggunakan pakaian tebal untuk melindungi tubuh dari serangan cuaca dingin. Tentusaja pakaian ini adalah pakaian yang sopan tidak melanggar syariah.
  7. Selama di Tanah Suci, Jamaah harus melakukan cek kesehatan secara berkala, di setiap group rombongan selalu ada petugas kesehatan yang siap sedia membantu para calon jamaah.
Persiapan mental dan fisik memang benar-benar harus dipersiapkan, juga yang tak kalah pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadapi cuaca dan iklim yang sangat berbeda dengan kondisi tanah air. Bagi jamaah Indonesia yang sudah biasa tinggal di tempat dengan cuaca dan iklimnya tropis yang bersahabat, perubahan cuaca panas dingin di Mekkah Madinah yang sedikit saja sudah akan dirasakan sebagai gangguan.

Pesan Manasik - Sekapur Sirih.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 196 Allah berfirman: "Wa atimmul hajja wal ‘umrata lillah" (Sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah semata-mata).

Filosofi yang terkandung dalam potongan ayat tersebut sangat rapi dan halus sekali, yaitu berkenaan dengan keikhlasan seseorang yang menunaikan ibadah haji dan umrah karena Allah Swt. Ayat tersebut menyuruh seseorang yang berhaji dan umrah untuk berniat dan memberitahukan bahwa dirinya akan berhaji dan umrah hanya kepada Allah semata-mata.

Ada 3 Kalimat yang akan kita bahas berkenaan dengan ayat diatas. Yang pertama adalah kata “Wa atimmu” artinya “Dan sempurnakanlah..”

Sempurna dalam haji dan umroh dapat diartikan dalam 3 hal:

1. Lunas / Telah beres segala hal admisintratifnya.
2. Kesehatan Badannya.
3. Bekal Ilmunya.

Kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya.

Dapat digambarkan bahwa orang yang berangkat haji dan umroh itu istilahnya adalah menjemput kematian, coba perhatikan pakaiannya saja pakaian putih (kain ihrom) lalu kemudian pada saat berangkat, jamaah tersebut minta saling bermaafan. Bahkan diharuskan calon jamaah berwasiat kepada ahli waris, setelah itu bersalam-salaman saling ikhlas mengikhlashkan. Setelah keluar rumah, banyak yang ngantar bahkan kalau dari daerah yang ngantar bisa sampai puluhan mobil.

Jamaah dianjurkan sebelum berangkat untuk shalat Safar dulu 2 rakaat (membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas).

Sampai di Jakarta (bandara Internasional Soekarno Hatta), jamaah di sambut di Lounge Umroh oleh panitia. Di tempat ini jamaah dipersilahkan untuk saling melepas rindu dengan keluarga pengantar dan setelah itu dipersilahkan untuk beristirahat. Dan di moment ini jamaah akan diinformasikan mengenai teknis keberangkatan dan sekilas diulas lagi tentang manasik umroh.

Dalam waktu yang bersamaan, bagasi (koper) jamaah sudah dikondisikan masuk terlebih dahulu ke lambung pesawat sembari proses check-in yang dilakukan oleh panitia dan sekaligus mendapatkan boarding pass.

Setelah semua hal administratif sudah terkondisikan dengan baik maka Jamaah akan dibawa ke terminal 3 (Saudia Airline) menggunkaan Bus dari Lounge Umroh. Dan langsung menuju Gate untuk check-in imigrasi untuk selanjutnya masuk ke Boarding Room dan masuk ke pesawat.

Ketika ibu dan bapak berada dalam pesawat, perbanyaklah berdzikir. Karena ini bukan perjalanan wisata, ini adalah merupakan perjalanan ibadah. Berdzikir banyak ragamnya, bisa dengan membaca Al-Qur’an, bisa dengan membaca Tahlil, Tahmid dan Tashbih dan lain sebagainya.

Kemudian sangat mungkin kita saat berada dalam pesawat melewati atau bersamaan dengan waktu shalat. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri untuk mendirikannya. Namun karena kita sedang berada dalam pesawat, maka sudah barang tentu persediaan air sangat sedikit dan tempat shalat pun pada umumnya tidak ada (biasanya di pesawat saudi airline disediakan tempat untuk shalat). Oleh karena itu kita dianjurkan untuk Bertayamum dan kemudian shalat di tempat duduk.

Kita diperbolehkan melakukan itu, karena kita sedang dalam keadaan Musafir. Musafir mendapatkan Rukhsah (Keringanan), yaitu yang tadinya berwudlhu menggunakan air maka dalam keadaan ini diperbolehkan dengan ber-tayamum.  Yang tadinya shalat 4 rakaat, diperbolehkan di qoshor menjadi 2 rakaat. Kemudian pula, yang awalnya saat shalat terpisah waktunya, maka boleh di gabung (Jama).

Tayamum dan Jama ini Insya Allah akan terjadi berulang-ulang selama perjalanan ibadah umroh tersebut, yaitu pada saat:
  1. Pada saat berangkat dari Jakarta ke Jeddah / Madinah.
  2. Perjalanan dari Masjid Bir Ali (saat Miqot) ke Mekkah. Di perjalanan ini akan berjumpa dengan waktu shalat Ashar, Maghrib dan Isya.
  3. Saat kepulangan dari tanah suci ke tanah air.
Oleh karena itu sangat penting untuk diketahui dan difahami praktek Tayamum dan Shalat Jama Qoshor tersebut. Karena kita dalam keadaan Musafir, maka kita shalat kita tidak perlu menghadap qiblat. Cukup sambil duduk saja dikursi pesawat dan bershalat lah.

Didalam pesawat, jamaah pun akan mendapatkan makanan dan minuman. Dalam perjalanan menuju tanah suci atau sebaliknya, kita akan mendapat makanan berat sebanyak 2 kali.

Demikian Sekapur Sirih Manasik, untuk penerbangan umroh pesawat saudia.

Baca Juga.


0 Response to "Paket Umroh By Saudia Februari, Maret dan April 2018 mulai 21 juta"

Fast Response:
0812-9126-7652
WhatsApp: 0896-5002-4950
BBM: 594946E6